Articles by "Bisnis"
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Negara
1.      Arti Negara

·         John Locke dan Rousseau, negara merupakan suatu badan atau organisasi hasil dari perjanjian masyarakat.
·         Max Weber, negara adalah sebuah masyarakat yang memiliki monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam wilayah tertentu.
·         Mac Iver, sebuah negara harus memiliki tiga unsur poko, yaitu wilayah, rakyat, dan pemerintahan.
·         Roger F.Soleau, negara adalah alat atau dalam kata lain wewenang yang mengendalikan dan mengatur persoalan-persoalan yang bersifat bersama atas nama masyarakat.
·         Prof. Mr. Soenarko, Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu kedaulatan, sedangkan Prof. Miriam Budiardjo memberikan pengertian Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongankekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Jadi Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya mempunyai kedaulatan (keluar dan ke dalam).

2.      Syarat negara

Berdasarkan Kaelan (2012) bahwa “unsur-unsur negara adalah meliputi: wilayah atau daerah teritorial yang sah, rakyat yaitu suatu bangsa sebagai pendukung pokok negara dan tidak terbatas hanya pada salah satu etnis saja, serta pemerintahan yang sah diakui dan berdaulat”.
Konstitusi
Penyusun : Fatmawati Mustofa

1.      Macam konstitusi (Sumber : http://www.artikelsiana.com/)

Macam-Macam Konstitusi –
Konstitusi memiliki berbagai jenis atau macam-macam konstitusi baik itu macam-macam konstitusi secara umum atau macam-macam konstitusi menurut para ahli. Macam-macam konstitusi adalah sebagai berikut...
·         Konstitusi Tertulis : Pengertian Konstitusi tertulis (dokumentary constitution/ writen constitution) adalah suatu peraturan yang dituangkan dalam suatu dokumen tertentu.
Lanjutan : Buku Kaelan (2012) di halaman 84
·         Konstitusi Tidak Tertulis : Pengertian Konstitusi tidak tertulis (non documentary constitution) adalah suatu peraturan yang tidak diterangkan dalam suatu dokumen tertentu yang terpelihara dalam ketatanegaraan suatu negara. 
Lanjutan : Buku Kaelan (2012) di halaman 86

2.      Amandemen UUD 1945 (Sumber : https://agustinblog.wordpress.com/)
Amandemen adalah perubahan konstitusi yang mana perubahannya tidak banyak, bersifat teknis prosedural yang tidak mempengaruhi paradigma pemikiran Undang-Undang Dasar. Menurut Budiardjo, ada empat macam prosedur dalam perubahan UUD baik dalam renewal maupun amandemen, yaitu[1]:
·         Sidang legislatif dengan ditambah syarat, misal dapat ditetapkan kuoroum untuk membicarakan usul perubahan undang-undang dasar dan jumlah minimum anggota badan legislatif atau menerimanya;
·         Referendum, pengambilan keputusan dengan cara menerima atau menolak usulan undang-undang;
·         Perubahan yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lembaga khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan.

3.      Sifat UUD 1945
Menurut Kaelan (2012) :
·         Oleh karena sifatnya tertulis maka rumusannya jelas, merupakan suatu hukum positif yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun mengikat bagi setiap warga negara.
·         Sebagaimana tersebut dalam penjelasan UUD 1945 bersifat singkat dan supel, memuat aturan-aturan yang memuat aturan-aturan pokok yang setiap kali harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, seta memuat HAM
·         Memuat norma-norma, aturan-aturan seta ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan secara konstitusional
·         UUD 1945 dalam tertib hukum Indonesia merupakan peraturan hukum positif yang tertinggi, di samping itu sebagai alat kontrol terhadap norma-norma hukum positif yang lebih rendah dalam hierarkhi tertib hukum Indonesia.


Geopolitik
Penyusun : Fatmawati Mustofa

1.      Wawasan nusantara

Menurut Antya Duhita Universitas Airlangga, Public Administration di Academy.edu :
Istilah wawasan berasal dari kata ‘wawas’ yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi. Akar kata ini membentuk kata ‘mawas’ yang berarti memandang, meninjau, atau melihat, atau cara melihat.sedangkan istilah nusantara berasal dari kata ‘nusa’ yang berarti diapit diantara dua hal. Istilah nusantara dipakai untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, serta diantara benua Asia dan benua Australia. Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya. Sedangkan wawasan nusantara memiliki arti cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.
Sedangkan terminologis, Wawasan menurut beberapa pendapat sebagai berikut :
a.       Menurut prof. Wan Usman, “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”
b.      Menurut GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dari berbagai pendapat yang ada di atas, secara sederhana Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya.


Materi Prof Luki :

A. Evaluasi Padang Penggembalaan Tropik (terdiri dari grazing behaviour dan metode kuantitatif)
  1. Grazing Behavior
  • Gerakan grazing : lama grazing antara 6-11 jam yakni antara 40-70 mengunyah/menit, namun dengan penambahan konsetrat lama waktu grazing menjadi lebih singkat, pada pastura yang jenis tanamannya grazing akan perlahan dan santai, sedangkan pada pastura tidak homogen ternak akan melakukan pemilihan antara kunyahan, pada fase istirahat grazing ternak akan berada pada posisi tegak atau berbarik untuk melakukan ruminasi. Lama ruminasi ternak antara 5-9 jam sesuai dengan kualitas hijauan yang diberikan, apabila rumput sulit di grazing sehingga membutuhkan waktu grazing yang lama, hijauan yang memiliki kualitas renah akan lebih lama dalam melakukan proses ruminasi, jarak tempuh ternak ruminansia 2-6 km/hari, deposit kotoran hewan yang dihasilkan sebanyak 10-12 kali, urinasi dilakukan dalam 4-6 kali/hari, minum sebanyak 2-4 kali/hari.
  • Forage intake : memiliki 3 faktor yang berpengaruh yakni animal factor, pasture factor dan energi grazing. Animal factor :
    Pasture factor
    Un-improved Tropical grasses Y = 66,02 - 0,16x, improved tropical grasses Y = 80,70 - 0,31x, temperate grasses Y = 75,92 - 0,22x. Tropical legume Y = 68,9 - 0,11x, temperate legume Y = 84,2 - 0,09x, Keterangan Y = dry matter digestibility, X = days after initiation of primary growth. Umur hijauan yang lebih tua akan mengakibatkan ukuran menggigit lebih kecil dan kepadatan pastura yang meningkat akan menyebabkan ukuran menggigit bertambah, kebutuhan pastura maksimum 36.000 bite/hari.  Energi grazing : merupakan kebutuhan untuk melakukan aktivitas jalan dan grazing, energi yang digunakan dalam berjalan sebanyak 2-2,5 KJ/Kg W/meter, tambahan energi untuk mendaki sebanyak 28 J/Kg W/meter, sapi sebesar 500 kg perlu 1,0 MJ/meter perjalan ditambah 1,4 MJ/100 meter mendaki. Total kebutuhan energi grazing sebenayak 100-200 MJ/hari.
  • Efek Ternak Terhadap Pastura : ternak akan berpengaruh terhadap perubahan komposisi botani, pengaruh daya injakan ternak (trampling), pengaruh kandugan kotoran hewan dan urine yang diekskresikan. Perubahan komposisi botani (komposisi rumput: legum: gulma), pengaruh injakan ternak (trampling) pada ternak domba sebesar 0,1 M. Pa, pada ternak sapi sebesar 0,2-0,3 M. Pa. Traktor 0,1-0,2 M.Pa. Keterangan M.Pa adalah mega pascal ( beban 1 kg/cm2). Pengaruh kotoran hewan dan urine terhadap kesuburan tanaman di dalam pastura dan produksi kotoran hewan yang terlalu berlebihan dapat mengakibatkan penutupan beberapa bagian permukaan tanah. Produksi kotoran hewan pada sapi perah sebesar 2,5-3,5 kg DM/day, sapi muda sebesar 1,2-2,0 kg DM/day, dan domba sebesar 0,3-0,6 Kg DM/day. Produksi urine pada sapi 1,5-3,51 liter/day dan pada domba 150 ml/hari. Kandungan kimiawi pada kotoran hewan terdiri dari 20-40 gram nitrogen, 5-11 gram Fosfor, 4-14 gram Kalium dalam 1 kg Berat kering, kandungan kimiawi urine sebanyak 6-15 gram nitrogen, 6-116 gram kalium dalam 1 liter urine.
  1. Metode Kuantitatif : hal yang harus diperhatikan adalah nilai nutrisi yang berisi    komposisi kimia dan komposisi kimiawi pada pakan akan berpengaruh terhadap palatabilitas ternak, kualitas yang diperhatikan adalah kandungan nutrisi dan tingkat kecernaan yang akan berpengaruh terhadap feed intake yang akan dikonsumsi ternak, palatabilitas berpengaruh terhadap fase pertumbuhan dan spesies, fase pertumbuhan akan mempengaruhi produksi hijauan yang dihasilkan dengan memperhatikan 4 faktor : umur potong (defoliasi dan grazing), iklim (curah hujan), kesuburan tanah dan pengelolaan (pola tanam, pemupukan, defoliasi, pemilihan spesies.

Grazing akan mempengaruh regrowth, komposisi botani, produksi dan invasi gulma. 

Komposisi botani : persentase dalam bahan kering yang terdapat berbagai ragam spesies hijauan pakan dalam padang penggembalaan. 





Stocking Rate : jumlah ternak yang digembalakan pada suatu unit area dalam waktu tertentu (AU/Ha/tahun).

Carrying Capacity : berhubungan dengan proper use factor, level stocking rate optimum yang aman dan lestari, berkaitan dengan ketersediaan hijauan pakan pada pasture sepanjang tahun.

Grazing Pressure : jumlah ternak dalam suatu area lahan, dalam berhubungan jumlah AU dengan jumlah hijauan tersedia (contoh : Kg BK/AU, atau hay/AU) ('t Mannetje, 1974). Grazing pressure tergantung pada potenti pertumbuhan tanaman pakan yang bergantung pada spesies yang ditanam, musim hujan/musim kemarau, jenis dan dosis pupuk yang diberikan. 



 TEKNIK PENELITIAN TANAMAN PAKAN

Kompleks : 
- Produksi kumulatif
- Konversi oleh ternak
- waktu, fasilitas, biaya dan keterampilan

Metoda Penelitian Tanaman Pakan (TP) :
- defoliasi mekanis
- defoliasi ternak
- ternak sebagai parameter utama

Tujuan umum penelitian tanaman pakan : 
1. spesies tp mudah dikelola dan dikembangbiakan 
2. produksi dan kualitas hijauan tinggi
3. disukai ternak (palatable)
4. mudah dimanfaatkan oleh ternak 

Cara penilaian : 
1. Aspek agronomi
    Berhubungan dengan potensial kumulatif yakni : persistensi, agresivitas, kompatabilitas,  regworth, toleransi, distribusi produksi, pertumbuhan vegetatif/generatif. 

Produksi riil berupa hasil ternak yang dipengaruhi oleh palatabilitas, nilai gizi, daya cerna dan jumlah yang tersedia.  

Introduksi tanaman pakan : spesies sesuai lokasi, respon terhadap pemupukan, respon terhadap penggembalaan, palatabilitas, pengembangbiakan, produksi ternak. 

2. Analisis kimia : dipengaruhi oleh kadar air yang akan berpengaruh dengan bahan kering, kadar nitrogen akan berpengaruh terhadap kadar protein kasar, BETN, serat kasar, lemak, abu berupa mineral Ca dan P, logam berat berupa Cd. 

3. Aspek biologi : metoda rumen dengan penelitian dalam laboratorium, metode cuplikan dengan aspek kimia dan agronomi yang akan berpengaruh terhadap kebutuhan pakan ternak, aspek gabungan agronomi, kimia dan biologi.